Lelucon ala Soviet (Mati Ketawa Cara Rusia)

Mati Ketawa Cara Rusia

Mati Ketawa Cara Rusia

Bagi yang tak terlalu paham dengan sejarah atau perpolitikan Soviet disarankan untuk menutup penjelajah Anda atau kembali ke halaman lain segera karena dijamin bakalan gak nyambung.

Isi cerita lucu ini disandur dari buku “Mati Ketawa Cara Rusia”

Stalin Mati

Paman Joe

Paman Joe

Bangsa Soviet sepakat untuk mengenyahkan diktator itu selama-lamanya, dan menguburkannya sejauh-jauhnya. Mereka membentuk sebuah panitia khusus.

Panitia ini menyurati pemerintah Inggris, dengan permohonan agar Stalin bisa dikuburkan di sana.

Well,” jawab Inggris, “di sini sudah dimakamkan Karl Marx … tentulah kurang mustahak bila kedua tokoh itu bersama-sama di satu negeri.”

Panitia mencoba menyurati pemerintah Jerman.

“Boleh saja ia dikuburkan disini,” kata Jerman. “Tetapi kalian tahu, di sini sudah ada Hitler. Dua tiran besar di satu negeri tentulah kurang seronok.”

Di tengah kebingungan panitia, mendadak datang telegram dari Tel Aviv. “Karena Stalin tidak pernah menghalangi pembentukan negara Israel, kami setuju ia dikuburkan di sini,” demikian bunyi telegram.

Panitia lega. Tetapi, mendadak beberapa anggota menjadi panik. ” Tidak bisa! Tidak bisa!” pekik mereka.

“Di Israel, mereka percaya akan kebangkitan orang mati!”

Hamba Sahaya Rakyat

Nehru tiba di Moskwa untuk sebuah kunjungan resmi. Pada pukul tujuh pagi, ia keluar ke balkon penginapannya, dan melihat lalu lintas, bis, dan trem yang penuh sesak dengan manusia.

“Siapa mereka?” Nehru bertanya kepada Krushcev.

“Merekalah tuan dan pemilik negeri ini,” jawab Krushchev.

Pukul sebelas, Nehru kembali ke balkon. Di jalanan, ia menyaksikan beberapa limousin hitam meluncur dengan anggun.

“Dan siapa mereka?” Nehru bertanya.

“Itulah kami,” sahut Krushchev dengan nada bangga “Kami, para hamba sahaya rakyat,”

Ayah dan Ibu

Sebuah komisi mengunjungi sebuah sekolah untuk menjajaki patriotisme para siswa.

“Hymie,” seorang murid dipanggil untuk ditanyai.

“Siapa ayahmu?”

“Ayah saya adalah Uni Soviet,” jawab Hymie.

“Anak pintar! Dan siapa ibumu?”

“Ibu saya adalah Partai Komunis,” sahut Hymie.

“Bukan main! Dan apa keinginanmu setelah dewasa?”

“Menjadi Yatim Piatu”

Neraka Kapitalis

Seorang warga Soviet meninggal.

Di akhirat, ia mendapat pertanyaan : ingin masuk ke surga komunis atau neraka kapitalis. Ia tersenyum, merasa berbahagia karena akhirnya boleh memilih. Dan tentu saja ia memilih neraka kapitalis.

Setelah setahun, ia mengajukan permohonan kepada Tuhan untuk pindah ke surga komunis. Permohonan itu dikabulkan. Di tempatnya yang baru, ia segera dikeremuni penghuni lain, dan ditanyai, bagaimana rasanya di neraka kapitalis.

“Sama seperti di sini,” katanya. “Di sana, kami juga diwajibkan memompa air.”

“Berapa jam kerja yang diberlakukan?”

“Sama seperti di sini.”

“Kalau begitu, mengapa Anda minta pindah ke sini?”

“Oh begini. Di sana kita harus bekerja dari pukul delapan pagi sampai pukul delapan malam. Sedangkan di sini, mula-mula ada rapat partai, kemudian konferensi, kemudian rapat lagi, kemudian istirahat untuk merokok, kemudian masih ada kemungkinan pompanya rusak…”

Koran Pravda

Brezhnev dan Napoleon bertemu di akhirat.

“Jika Andalah yang menjadi panglima kami dalam perang dunia yang lalu, dan bukan Stalin, pasti pasukan Hitler tidak akan bisa melintas Uni Soviet,” kata Brezhnev kepada Napoleon.

“Dan kalau saya memiliki koran seperti Pravda,” kata Napoleon. “pstilah kekalahan saya di Waterloo tidak bakal ketahuan.”

Kereta Api mati

Stalin, Krushchev, dan Brezhnev naik kereta api.

Tiba-tiba kereta api itu mogok.

“Perbaiki segera,” seru Stalin.

Setelah diusahakan sekian saat, kereta itu tidak dapat diperbaiki.

“Tembak semua orang!” kata Stalin.

Semua orang ditembak, tetapi kereta tidak juga bisa jalan.

“Rehabilitasikan semua orang!” seru Krushchev.

Semua orang direhabilitasikan, dan kereta tetap mogok.

“Tutup tirai jendela,” kata Brezhnev. “Dan marilah kita menganggap kereta api ini berjalan dengan lancarnya.”

Lomba lari

Kremlin menyelenggarakan lomba lari antara Brezhnev dan Nixon. Hasilnya: Nixon keluar sebagai juara. Keesokan harinya, kantor berita Tass menyiarkan: “Kemarin, di Kremlin berlangsung lomba lari antar pemimpin negara Uni Soviet dan AS. Kamerad Brezhnev dengan gemilang menduduki tempat kedua, dan Nixon satu nomor lebih kecil.”

Mahasiswa menghilang

Seorang dosen sedang menguliahkan kemajuan dan kemakmuran rakyat Soviet yang terus meningkat. Dari bangku belakang, Rabinovich mengacungkan tangan.

“Kamerad Dosen,” katanya. “Kuliah Anda sangat mempesonakan. Tetapi, bolehkah saya bertanya mengapa daging hilang dari pasaran?”

Esoknya, dosen tadi kembali memberi kuliah tentang laju kemakmuran rakyat Soviet. Mahasiswa Haimovich mengacungkan tangan.

“Kamerad Dosen,” kantanya. “Saya tidak ambil pusing dengan daging hilang di pasaran. Yang ingin saya tanyakan, mengapa Rabinovich hilang dari antara kita.”

Akalan Yahudi

Seorang Rusia dan seorang Yahudi dijatuhi hukuman mati. Kepala penjara menawarkan permohonan terakhir.

“Saya ingin melakukan pengakuan dosa,” ujar si Rusia.

“Baik, kami akan mengundang seorang pastor,” kata Kepala Penjara.

“Saya ingin buah arbei, dihidangkan dengan krim,” ujar si Yahudi

“Di mana kami bisa menemukan buah arbei di tengah musim dingin Siberia ini?” kata Kepala Penjara dengan mata melotot.

“Jangan bingung Kamerad Kepala,” kata si Yahudi.

“Saya tidak terburu-buru, saya bersedia menunggu.”

Keputusan taktis

Nasser menelepon para panglimanya di front Sinai.

“Mengapa kalian tidak menyerang?”

“Mister Presiden, kami menggunakan taktik jenderal besar Rusia Kutuzov, yaitu menunggu salju turun.” *)

*Kutuzov ialah jenderal Rusia yang mengalahkan Napoleon dengan bantuan salju (musim dingin).

Korek Api

“Tahukah Anda, direktur pabrik korek api kita menerima Bintang Lenin?”

“Apa pasal?”

“Seorang spion mencoba membakar pabrik senjara dengan korek api buatan pabrik kita. Tak sebatang korek pun menyala.”

Pertanian Kolektif

Roosevelt, Churchill, dan Stalin berangkat bersama untuk menginspeksi sebuah pertanian kolektif. Di sebuah jembatan, mereka tidak bisa menyebrang karena dihadang seekor sapi.

Churchill turun dari mobil mencoba menghalau sang sapi. Tetapi PM Inggris itu segera mundur ketika sapi mulai mengibaskan tanduknya.

Roosevelt turun dari mobil. Tetapi Presiden AS ini juga kehilangan nyali ketika sapi mendengus dan mengais tanah.

Akhirnya turunlah Stalin. Ia mendekati sapi itu, membisikkan sesuatu dan sapi segera berlalu dengan sikap jinak. Mereka meneruskan perjalanan.

“Joseph, apa yang Anda bisikkan kepada sapi itu?” Churchill dan Roosevelt bertanya.

“Saya katakan, kalau ia membangkang, akan saya masukkan ke pertanian kolektif.”

Mencari Pekerjaan

Seorang lelaki mengunjungi temannya, seorang menteri dan memohon, “Aku membutuhkan pertolonganmu untuk mendapat pekerjaan, sebab aku tidak memiliki ijazah apa pun.”
“Engkau anggota Partai?” Menteri bertanya.
“Tentu.”
“Baiklah. Engkau bisa menjadi wakilku, dengan penghasilan sepuluh ribu rubel sebulan.”
“Oh jangan. Berikanlah jabatan yang tidak sepenting itu.”
“Hmmm, begini saja. Aku bisa menunjukmu menjadi direktur di sebuah pabrik besar. Gajimu dua ribu rubel sebulan.”
“Jangan, jabatan itu masih terlalu tinggi untukku. Buatku, cukuplah sekedar seratus rubel sebulan. Jabatan masinis, misalnya”
“Maaf, kalau begitu aku tidak bisa mencarikan pekerjaan untukmu. Untuk menjadi masinis, engkau harus memiliki ijazah..”

Orang Asing tentang Orang Rusia

Seorang Inggris, seorang Prancis, dan seorang Amerika sedang berdebat tentang kebangsaan Adam dan Hawa.
“Mereka pasti orang Inggris,” kata si Inggris. “Hanya seorang gentleman yang mau membagi apel terakhirnya dengan seorang wanita.”
“Tidak perlu disangsikan bahwa mereka orang Prancis,” ujar si Prancis. “Lelaki mana yang mampu menggoda wanita begitu cepat?”
“Menurut hemat saya, mereka itu orang Rusia,” kata si Amerika. “Coba pikir, mereka bertelanjang ke mana-mana, cukup makan sebuah apel dibagi dua, dan tetap berfikir bahwa mereka hidup di surga.”

Bar dimana ya?

Seorang turis berjalan-jalan di Kota Moskow pada suatu malam. Ia mendatangi seorang polisi yang sedang berjaga, dan bertanya,
“Dimanakah bar yang paling dekat dari sini?”
“Bar yang paling dekat? Di Helsinki.”

Seorang lelaki berlarian di jalan raya Kota Moskow dan berteriak, “Krushchev babi!”

Ia ditangkap, diadili, dan dijatuhi hukuman 21 tahun. Setahun untuk penghinaan, dan 20 tahun untuk membocorkan rahasia negara.

Tentang Porpaganda

-Bagaimana Anda yakin bahwa lemari es Anda selalu penuh dengan makanan?
-Sambungkan lemari es itu dengan Radio Moskow.

Balap-Balapan
Sebuah mobil buatan Soviet, Zaporozhets, meluncur di jalan tol Chicago – New York. Tidak lama kemudian, mobil itu mogok. Sebuah mobil Buick berhenti, dan menolong mobil Soviet tadi dengan menggandengnya di belakang. Pada saat itulah muncul sebuah mobil Ford, melesat dengan cepat. Pengemudi Buick tadi penasaran, dan langsung tancap gas. Sopir mobil Soviet yang tertambat di belakang Buick membunyikan klaksonnya bertubi-bertubi. Sebab, sementara terseret dalam “balapan” ini, mobil Zaporozhets tadi mulai berantakan satu persatu: pintunya tanggal, jendela copot, baut dan mur bertebrangan.

Esoknya, koran-koran Soviet memberitakan : “Kemarin, sebuah mobil Buick dan Ford berkejaran dengan kecepatan seratus mil per jam di jalan tol Chicago- New York. Di belakang kedua mobil itu, sebuah mobil Zaporozhets buatan negeri kita membunyikan klakson tidak putus-putusnya, meminta jalan untuk melesat ke depan.

Ribetnya Birokrasi
Seorang spion Amerika diterjunkan dengan payung di wilayah Uni Soviet. Tiba-tiba, ia berniat menyerahkan diri. Ia mencapai sebuah kota, menemukan kantor yang diperlukannya untuk penyerahan diri itu, dan langsung menemui penjaga.

“Dengar, Sobat,” katanya. “Saya spion Amerika dan saya bermaksud menyerahkan diri. Siapa yang harus saya temui?”

“Lantai dua, kamar 218,” jawab si penjaga.

Spion kita sampai di kamar 218.

“Saya spion Amerika dan saya bermaksud menyerahkan diri,” katanya.

“Apa bidang Anda? Sabotase, terorisme, atau ideologi?”

“Sabotase.”

“Lantai enam, kamar 613.”

Sang spion tiba di kamar 613.

“Saya spion Amerika dengan spesialisasi sabotase, dan saya bermaksud menyerahkan diri.”

“Sabotase apa? Transpor atau industri?”

“Transpos”

“Lantai tujuh kamar 742.”

Ia tiba di kamar 742.

“Saya spion Amerika dengan spesialisasi sabotase transpor, dan saya ingin menyerahkan diri.”

“Transpor jenis apa? Jalan raya atau kereta api?”

“Kereta Api.”

“Lantai sembilan, kamar 936.”

Seraya terengah-rengah, spion itu tiba di kamar 936.

“Saya spion Amerika dengan spesialisasi sabotase transpor khusus kereta api, dan saya ingin menyerahkan diri.”

“Dengarkan, Sobat. Bukankah sekarang sudah pukul enam petang? Acara pemeriksaan sudah selesai. Datanglah besok . . . .”

Timur dan Barat
Seorang Inggris menjadi gentleman
Dua orang Inggris menjadi petaruh.
Tiga orang Inggris membentuk parlemen

Seorang Prancis menjadi lady’s man
Dua orang Prancis menjadi peduel
Tiga orang Prancis mendirikan Komune Paris

Seorang Yahudi menjadi saudagar
Dua  orang Yahudi menvelenggarakan tumamen catur
Tiga orang Yahudi membentuk orkes

Seorang Rusia menjadi pemabuk
Dua orang Rusia menimbulkan perkelahian
Tiga orang Rusia mendirikan Partai

Dua saudara bertemu

Seorang warga negara Amerika, dan satunya lagi warga negara Uni Soviet. Pada suatu hari,warga negara Amerika itu menganggur dan kelaparan. Tetapi ia punya gagasan; ia pergi ke gerbang Gedung Putih, duduk di tanah, dan mulai makan jerami. Kennedy datang dan bertanya, “Mengapa Anda makan jerami?”

“Saya lapar, dan saya tidak mempunyai pekerjaan.”

Kennedy terkesima. Orang itu diberi makanan dan sejumlah uang Setelah itu, la masih ditanyai, “Apa Iagi yang Anda inginkan?”

“Sebuah tiket ke Rusia, untuk menjenguk saudara saya,” katanya.

Ia mendapat tiket, dan bertemu dengan saudaranya, yang kebetulan juga sedang kelaparan di Rusia. Pendatang dari Amerika itu tertawa. “Saudaraku,” katanya.

“Dengarkanlah nasihat berharga ini. Pergilah ke Kremlin, duduklah di tanah di dekat gerbang, dan makanlah jerami. Kalau Krushchev melihatmu, la pasti iba, kemudian menghadiahimu apa saja.”

Orang Rusia itu pergi ke Kremlin. Di depan gerbang, la duduk dan mulai mengunyah jerami. Krushchev keluar dan segera bertanya.

“Mengapa engkau makan jerami?”

“Saya lapar dan tidak mempunyai uang.

“Bodoh!” kata Krushchev. “Sekarang ini musim panas. Lebih baik engkau makan rumput. Jerami bisa disirnpan untuk musim dingin nanti.

Rumah Kita
Seorang arsitek Soviet meninjau ke luar negeri. Disana, la dibawa ke rumah seorang arsitek tuan rumah. Tamu Soviet itu diajak berkeliling.

“Ini ruang utama,” tuan rumah menerangkan.

“Itu ruang duduk, di sana kamar belajar saya, Itu kamar anak-anak, ini kamar tidur utama, dan di seberang sana ada kamar terpisah untuk para tamu. Itu dapur, kamar makan, dua kamar mandi, dan kamar peturasan…”

“Sangat bagus,” ujar arsitek Soviet itu.

“Bagaimana di negerimu?”

“Di Soviet? Sama saja. hanya, kami tidak membagi-bagi ruangan …”

Seorang spion Rusia diketahui berada di London. Scotland Yard berusaba mencari, tetapi mereka tidak berhasil. Akhirnya, mereka meminta bantuan Sherlock   Holmes.

“Ada berapa WC umum terdapat di London?” tanya Sherlock Holmes.

“Lima ratus.

“Kalau begitu, beri saya Iima ratus detektif  “

Holmes diberi lima ratus detektif, dan menjelang petang, spion Rusia itu terrangkap.

“Bagaimana Anda melakukannya?” tanya polisi.

“Gampang,” jawab Holmes. “Saya menempatkan seorang detektif di setiap WC umum. Bila ada lelaki yang heluar sambil masih mengancingkan celana, itu pasti spion Rusia.”

Adu Keberanian
Dan perang pun usai! Pasukan Sekutu berpesta pora! Laksamana armada Amerika mengundang Laksamana Rusia dan Laksamana Inggris ke kapalnya. Selesai jamuan makan, mereka berbincang-bincang perihal keberanian.

“Para pelaut kami tidak mengenal takut,” kata Laksamana Amerika. “Mereka senantiasa siap melintasi peluru dan samudra.

Untuk membuktikan kata-kata itu, la memanggil seorang kelasi. “Panjat tiang 40 meter itu, dan terjun ke laut,” katanya. Kelasi tadi memberi hormat, balik kanan, Ialu melaksanakan perintah itu.

“Fantastis!” kata Laksamana Rusia. “Tuan-Tuan, besok  Anda diundang ke kapal kami.”

Esoknya, pesta berlangsung di kapal Soviet. Selesai menyantap hidangan, Laksamana Rusia memanggil seorang kelasinya. “Panjat tiang 40 meter itu, dan terjunlah ke geladak dengan kepala di bawah.” Sang kelasi memberi hormat, melaksanakan perintah itu, dan terempas remuk-redam.

“Well, gentlemen,” ujar Laksamana Inggris. “Sekarang tiba giliran saya. Anda berdua diundang ke kapal kami besok petang “

Esoknya, selesai santap bersama, Laksamana Inggris memanggil seorang kelasi dan memberi perintah, “Bersediakah Anda-menaiki tiang 40 meter itu, kemudian terjun ke cerobong asap?”

Kelasi itu pucat pasi.

“Tentu saya bersedia, Pak,” katanya. “Dan terkutuklah Anda!”

“Anda lihat, Tuan-Tuan,” kata Laksamana Inggris itu.

“Keberanian prajurit kami tidak hanya satu macam.”

Tentang Nelayan India
Di tepi pantai Samudra Hindia, seorang India yang compang-camping sedang terlelap tidur dengan topi menutupi wajahnya. Di sisinya tergeletak dua batang kail.

Datanglah seorang Amerika.

“Mengapa engkau tidur?” orang Amerika itu bertanya. “Bukankah lebih baik memancing ikan?”

“Untuk apa?” tanya orang India itu.

“Untuk apa?! Ikan itu bisa dijual, engkau mendapat sejumlah uang. Bila uang itu ditabung. Lama-lama engkau bisa membeli pukat, menangkap ikan lebih banyak, kemudian membeli perahu motor. Dengan perahu motor itu, lebih banyak ikan bisa ditangkap, dan akhimya engkau bisa mendirikan pabrik pengalengan Ikan. Engkau menjadi orang kaya. Setelah itu, engkau bisa bersantal-santal di tepi pantai, dan tidur lelap.”

“Bukankah sekarang aku sudah bersantal-santai dan tidur lelap?”

Toleransi Beragama
Seorang pastor Ortodoks, seorang pastor Katolik, dan seorang rabbi Yahudi berbincang-bincang.

“Berapa bagian dari uang sumbangan yang kau serahkan kepada Tuhan, dan berapa bagian untuk dirimu sendiri?” pastor Katolik dan rabbi Yahudi bertanya kepada pastor Ortodoks.

“Semua uang yang diterima Gereja saya bagi dua. Bagian yang besar untuk Tuhan, yang kecil untuk saya sendiri.

“Well,” kata pastor Katolik. “Saya membagi uang itu sama banyak. Sebagian untuk Tuhan, sebagian untuk saya.

“Saya lain,” kata rabbi Yahudi. “Semua uang saya taruh di dalam baki, kemudian saya hamburkan ke atas. Tuhan boleh mengambil berapa saja. Sisanya yang berjatuhan, menjadi milik saya.”

Biaya ke Luar Angkasa
Krushchev memanggil seorang Rusia, seorang Ukraina, dan seorang Yahudi.

“Kamerad,” katanya. “Komite Sentral akan mengirim tiga orang ke ruang angkasa. Berapa upah yang kalian minta?”

Orang Rusia berpikir sejenak, kemudian, “Seratus ribu rubel,” katanya.

Orang Ukrainia berpikir sejenak, kemudian, “Dua ratus ribu rubel,” katanya.

Orang Yahudi berpikir sejenak, kemudian, “Nikita Sergeyvich, saya tidak mau mengelabui pemerintah

Soviet. Kita pakai saja tarif taksi, 20 kopek per kilometer.”

Jatah Hidup
Musim dingin. Ada desas-desus tentang pengeluaran ransum daging. Antre panjang pun segera terbentuk di depan toko makanan.

Sejam berlalu, dua jam, tiga jam . . . Akhirnya, pukul sebelas, pintu toko terbuka, dan manajer mengumumkan, “Kawan-Kawan, daging memang ada, tetapi tidak cukup untuk setiap orang. Semua orang Yahudi diharap pulang.”

Orang-orang Yahudi keluar dari antrean, dan pulang. Antrean kini lebih pendek.

Pada pukul satu, pintu terbuka, dan manajer mengumumkan, “Kawan-Kawan, daging memang ada, tetapi tidak cukup untuk setiap orang. Yang bukan anggota partai dipersilakan pulang.

Orang-orang yang bukan anggota partai keluar dari antrean, dan pulang. Antrean kini bertambah pendek.

Pada pukul tiga, pintu toko terbuka lagi, dan manajer mengumumkan, “Kawan-Kawan, daging  memang ada, tetapi tidak cukup untuk setiap orang. Mereka yang tidak ikut dalam Perang Besar dipersilakan pulang.

Pada pukul lima, pintu toko terbuka lagi, dan manajer mengumumkan, “Kawan-Kawan, daging memang ada, tetapi tidak cukup untuk setiap orang. Yang tidak ikut menggulingkan Tsar supaya meninggalkan antrean.

Kini, hanya tinggal beberapa orang tua.

Pada pukul delapan malam, pintu toko terbuka lagi, dan manajer mengumumkan, “Kawan-Kawan, dagingnya ternyata tidak datang.”

Orang-orang tua itu pulang sambil menggerutu, “Orang-orang Yahudi selalu mendapat yang terbaik!”

Sinagog di Odessa ditutup pemerintah. Sebuah perutusan Yahudi menghadap penguasa untuk menanyakan duduk perkara.

“Kami tidak berhasil menemukan rabbi yang layak,” jawab penguasa. “Ada yang menguasai Talmud, tetapi tidak paham Marxisme-Leninisme; ada yang menguasai Marxisme-Leninisme, tetapi tidak mengerti Talmud; ada yang menguasai Talmud dan Marxisme-Leninisme, tetapi orang Yahudi.”

Tes Polisi
Sebuah komisi khusus bertugas memilih calon polisi.

Masuklah calon pertama.

“Berapa dua kali dua?’ kata anggota komisi.

“Tiga.”

“Coba pikirkan lagi.”

“Lima.”

“Pikirkan lagi dengan tenang.

“Tujuh.”

“Anda dipersilakan keluar.”

Mereka membuat catatan: “Tidak berpendidikan, tetapi berakal. Lulus.”

Calon kedua masuk.

“Berapa dua kali dua?’

“Lima”

“Coba pikirkan lagi.”

“Lima.”

“Pikir sekali lagi.

“Lima.”

“Silakan keluar.”

“Mereka membuat catatan: “Tidak berpendidikan, tetapi berpendirian. Lulus.

Calon ketiga masuk.

“Berapa dua kali dua?’

“Empat.”

“Coba pikirkan lagi.

“Empat.”

“Pikir sekall lagi.”

“Empat.

“Silakan keluar.

Komisi membuat catatan: “Berpendidikan. Coba selidiki kebangsaannya.”

Anti Semit
Seorang Armenia tua, kepala sebuah keluarga besar, sedang sekarat. Ia memanggil semua anggota keluarganya berkumpul, membisikkan sesuatu kepada putra sulungnya, kemudian meninggal.

“Apa yang beliau katakan kepadámu?” anggota keluarga yang lain bertanya, penuh rasa ingin tahu.

“Beliau berkata: selamatkan orang Yahudi!”

Semua anggota keluarga berpikir keras, tetapi mereka tidak berhasil menafsirkan pesan itu. Akhirnya, seorang yang paling bijaksana di antara mereka berhasilmemecahkan soal.

“Yang ingin dikatakan Almarhum ialah: selamatkan orang Yahudi, sebab, kalau orang Yahudi habis, kitalah yang bakal mendapat giliran disikat.”

Beberapa Pertanyaan dan Jawaban

  •  Siapa yang mengambil langkah pertama membangun komunisme di Uni Soviet? Para ilmuwan atau orang awam?
    –      Orang awam. Ilmuwan tentu akan mencobakan komunisme lebih dulu kepada anjing
  • Mungkinkah membangun komunisme di Prancis?
    –       Ya, mungkin. Tetapi, alangkah sedihnya.
  • Mengapakah, dalam paruh kedua abad ini, tidak muncul karya sastra berbobot seperti Perang dan Damai?
    –       Banyak pengarang yng merasa mampu menulis Perang dan Damai yang lain. Tetapi, mereka tidak punya waktu.
  • Apakah filsafat?
    –       Sesuatu yang dapat dikunyah sepanjang masa, tetapi tidak bisa ditelan.
  •  Apa perbedaan mesin dengan mahasiswa?
    –       Bedanya, belum ada mesin yang tidak bisa mengerjakan sesuatu.
  •  Untuk jasa apa para arkeolog Moskow menerima Hadiah Lenin?
    –       Untuk penggalian tambang purbakala, tempat Krushchev pemah bekerja.
  • Apa barang paling ringan di dunia?
    –       Penis. Dengan sentuhan halus saja, ia bisa berdiri.
  • Apa barang paling berat?
    –       Penis juga. Kalau la lagi ngadar, mesin derek pun tidak bisa mengangkatnya.
  • Apakah perbedaan antara sputnik dan rok mini?
    –       Sputnik dibuat dengan biaya maksimum, dan memberikan informasi minimum. Rok mini dibuat dengan biaya minimum, tetapi memberikan informasi maksimum.
  • Benarkah Uni Soviet unggul dalam segala hal ketimbang negeri-negeri kapitalis?
    –       Tentu benar. Misalnya, orang cebol Soviet lebih tinggi dua senti dari orang cebol kapitalis.

7 thoughts on “Lelucon ala Soviet (Mati Ketawa Cara Rusia)

  1. jalaludin muhammad

    buku ini sudah lama aku baca dan sangat lucu, tapi sekarang aku baca kembali disini sudah kurang lucu, kenapa ya? mungkin karena dinegeri kita sudah ada yang lebih lucu lagi yaitu ” mati ketawa ala parlemen indonesia,” ok?

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s